Kisah Sukses Mahmudi Fukumoto, Bos Kontraktor di Jepang Asli Tulungagung
Feby Dwi Sutianto - detikfinance
Jakarta -Pada acara Kongres Diaspora ke-2 disemarakkan orang-orang sukses asli Indonesia yang memiliki usaha di luar negeri. Salah satunya Mahmudi Fukumoto, pria asli Tulungagung, Jawa Timur yang sukses menjadi kontraktor di Jepang.
Mahmudi yang masih berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) ini, sukses berkarier sebagai seorang pengusaha dan CEO perusahaan kontruksi, Keihan Co. Ltd di negeri Sakura tersebut.
Ia memulai karirnya sebagai seorang pekerja hotel di Jepang, Mahmudi bekerja sebagai cleaning service. Kemudian ia memutuskan keluar dan masuk di sebuah perusahaan kontruksi karena ingin mengembangkan kemampuan Bahasa Jepangnya.
"Saya ke Jepang. Kerja di Hotel selama 1 tahun. Bagian nyuci toilet. Cleaning service. Terus saya masuk kuli bangunan. Saya digaji berapapun mau. Yang penting diajarin Bahasa Jepang. Selama 1,5 tahun saya bekerja dan belajar kemudian saya keluar," ucap Mahmudi yang hijrah ke Jepang sejak tahun 2001 lalu saat acara Diaspora di JCC Senayan Jakarta, Selasa (20/8/2013).
Sebelum ke Jepang, pria yang hanya lulusan SMA ini bekerja sebagai karyawan hotel di Bali. Di Bali, ia belajar Bahasa Jepang dengan seorang guru les Bahasa Jepang.
"Karena banyak orang Jepang, Amerika. Saya kursus Bahasa Jepang. Gurunya orang Jepang. Setelah belajar beberapa bulan. Guru saya bilang, kamu bodoh sekali. Akhirnya saya disuruh praktek dengan orang Jepang. Teman guru saya," jelasnya.
Akhirnya ia menikahi teman guru lesnya yang merupakan wanita kewarganegaraan Jepang. Setelah menikah, Mahmudi hijrah ke Jepang dan tetap memilih sebagai WNI.
Ia pun bercerita mengenai asal usul nama Jepang yang melekat padanya. Mahmudi menjelaskan karena dirinya memiliki usaha dan menjadi pemimpin perusahaan, segala sesuatu akan berjalan lancar ketika dirinya menggunakan nama Jepang. Akhirnya ia memilih nama keluarga sang istri.
"Fukumoto nama dari mertua saya. Saya minta izin pakai nama itu. Karena itu gitu mertua laki-laki saya simpati," tambahnya.
Saat ini perusahaan yang dipimpinnya berkembang ke bidang biro perjalan hingga pembuatan mainan anak-anak. Untuk kontruksi, semua karyawannya merupakan warga negara Jepang. Sedang untuk 2 bisnis barunya, ia berusaha menggandeng WNI yang sedang bekerja di Jepang namun memiliki niat dan keinginan menjadi pengusaha.
"Bikin mainan dan travel itu kita berdayakan orang Indonesia," sebutnya.
Menurutnya memulai bisnis di Jepang tidak terlalu sulit namun mempertahankan dan memajukan bisnis adalah pekerjaan tersulit. Diakuinya perlu ketekunan dalam berbisnis.
"Saya kuncinya ulet. Suka duka waktu krisis global terasa sekali. Banyak perusahaan gulung tikar, terus ada yang bilang kapan perusahaan saya gulung tikar. Kapan Keihin gulung tikar. Kalau saya gulung tikar. Saya mau kerja apa lagi. Soalnya keahlian saya cuma itu. Waktu ada tsunami. Bagi Jepang bisa jadi musibah tapi berkah juga karena ekonomi ada. Ada kerjaan kontruksi. Pemerintah supply dana," katanya.
Apa yang bisa kita ambil dari perjalanan hidup dan usaha Mahmudi Fukumoto:
- Membangun Mindset dengan belajar terus menerus. Kalau Mahmudi tidak mempunyai mindset yang baik, tentu dia tidak akan bermimpi untuk menjadi pengusaha pada saat ini. Sedemikian mahalnya ilmu tersebut sehingga dibayar berapun mau asalakan diajarkan sesuatu yang dapat membuat dirinya berkembang.
- Fokus: sudah berapa banyak pekerjaan yang dilaluinya, dia tidak pernah terperangkap pada pekerjaan tersebut. Pekerjaan yang dia kerjakan hanyalah salah satu tahapan untuk melangkah ke tahapan berikutnya. Mimpinya tidak pernah padam. Untuk men dapatkan kesuksesan di negeri orang.
- Bekerja keras dan sungguh-sungguh. Bagaimana dia dapat bertahan diusahanya kalau dia tidak bekerja keras dan sungguh-sungguh, mendapatkan kepercayaan dari masyarakat Jepang tentunya harus diimbangi dengan pelayanan yang ekstra juga.
- Siapa saja bisa meraih kesuksesan, tanpa memandang latar belakang sosial. Dan siapa saja dapat memulai dan menjalankan usaha, tanpa harus tergantung dengan orang lain. Buatlah mimpi anda sendiri, jangan pakai mimpi orang lain, karena mimpi orang lain itu belum cocok dengan kemampuan dan kelayakan anda.
- Mempelajari ilmu tentang membuat bisnis dan membangun bisnis perlu dilakukan apabila anda ingin menjadi seorang entrepreneur. Karena dengan bekal ilmu tersebut kita dapat menemukan permasalahan yang terjadi diusaha kita, dan menemukan solusi dan jalan keluar yang baik untuk kemajuan usaha kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar