MEA 2015, Pasar Bebas Asean Tawarkan Peluang Bisnis
Kamis, 06/11/2014 12:36 WIB
Kabar24.com, JAKARTA - Penerapan pasar bebas Asean 2015 menghadirkan banyak peluang bisnis, tetapi untuk menghadapinya harus ada perubahan mental, karakter, dan kualitas manusia.
"Penerapan Pasar Bebas Asean tersebut harus mengantar kita untuk melangkah ke satu hal, yaitu investasi di bidang manusia," ujar Direktur Human Capital Managemen PT Telkom Indonesia Tbk Priyanto Rudito.
Sejumlah pembicara dalam "2nd International Seminar and Conference on Learning Organization (ISCLO)" yang berlangsung Rabu (5/11) dan Kamis di Jakarta, mengemukakan penerapan Pasar Bebas Asean 2015 mendatang merupakan momentum menentukan langkah Indonesia di masa mendatang.
Kesiapan utama terletak di masing-masing negara di Asia Tenggara dalam melakukan investasi sumber daya manusia.
Priyanto yang merupakan salah satu pembicara mengatakan dengan Pasar Bebas ASEAN, praktis tak ada lagi hambatan barang, jasa maupun tenaga profesional yang bergerak antarnegara ASEAN karena itu diperlukan standar global agar perusahaan di Indonesia mampu bersaing dengan negara lain.
"Kami mengadopsi suatu ukuran yang namanya 'global mainset inventory'. Ini mirip indeks kesiapan, untuk membandingkan SDM dari negara lain," katanya.
Ukurannya, kata dia, skor I sampai V. Skor III disebut "global ready" atau siap secara global. Telkom menetapkan target pada tahun 2014 agar karyawannya bisa mencapai skor lebih dari III.
"Dan untuk bisa mencapai 'global ready' kami melakukan investasi di bidang SDM. Kami menyebutnya telkomers di Corporate University yang ada di Telkom," ujar Priyanto, Pada Pasar Bebas ASEAN nanti diprediksi dibutuhkan 14 juta pekerja profesional. Infrastruktur berbasis teknologi dalam konteks pendidikan menjadi salah satu pilihan.
"Di Telkom University ada namanya sertification, lembaga sertifikasi. Yang tentunya nanti di dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN atau MEA 2015 itu, pekerja dari luar negeri itu tidak bisa serta merta masuk di Indonesia tanpa ada sertifikasi Internasional dan kita semua harus siap," ujar Rektor Universitas Telkom, Prof Dr Ir Muhammad Ashari M Eng PhD, didampingi Deputi Senior GM Telkom Coorporate University, Setia Dwi Kusumawardhani. (Antara)
"Penerapan Pasar Bebas Asean tersebut harus mengantar kita untuk melangkah ke satu hal, yaitu investasi di bidang manusia," ujar Direktur Human Capital Managemen PT Telkom Indonesia Tbk Priyanto Rudito.
Sejumlah pembicara dalam "2nd International Seminar and Conference on Learning Organization (ISCLO)" yang berlangsung Rabu (5/11) dan Kamis di Jakarta, mengemukakan penerapan Pasar Bebas Asean 2015 mendatang merupakan momentum menentukan langkah Indonesia di masa mendatang.
Kesiapan utama terletak di masing-masing negara di Asia Tenggara dalam melakukan investasi sumber daya manusia.
Priyanto yang merupakan salah satu pembicara mengatakan dengan Pasar Bebas ASEAN, praktis tak ada lagi hambatan barang, jasa maupun tenaga profesional yang bergerak antarnegara ASEAN karena itu diperlukan standar global agar perusahaan di Indonesia mampu bersaing dengan negara lain.
"Kami mengadopsi suatu ukuran yang namanya 'global mainset inventory'. Ini mirip indeks kesiapan, untuk membandingkan SDM dari negara lain," katanya.
Ukurannya, kata dia, skor I sampai V. Skor III disebut "global ready" atau siap secara global. Telkom menetapkan target pada tahun 2014 agar karyawannya bisa mencapai skor lebih dari III.
"Dan untuk bisa mencapai 'global ready' kami melakukan investasi di bidang SDM. Kami menyebutnya telkomers di Corporate University yang ada di Telkom," ujar Priyanto, Pada Pasar Bebas ASEAN nanti diprediksi dibutuhkan 14 juta pekerja profesional. Infrastruktur berbasis teknologi dalam konteks pendidikan menjadi salah satu pilihan.
"Di Telkom University ada namanya sertification, lembaga sertifikasi. Yang tentunya nanti di dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN atau MEA 2015 itu, pekerja dari luar negeri itu tidak bisa serta merta masuk di Indonesia tanpa ada sertifikasi Internasional dan kita semua harus siap," ujar Rektor Universitas Telkom, Prof Dr Ir Muhammad Ashari M Eng PhD, didampingi Deputi Senior GM Telkom Coorporate University, Setia Dwi Kusumawardhani. (Antara)
http://www.kabar24.com/international/read/20141106/10/235792/mea-2015-pasar-bebas-asean-tawarkan-peluang-bisnis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar